Sejak kecil jiwaku dipenuhi dengan tanda tanya. Aku ini apa? seoarang anak yang lahir tanpa sesosok Ayah dan mengapa? haaaaa bukannya aku tak mencoba mencari tahu hanya tak ingin membuka luka lama yang telah dipendam oleh Ibuku. Ada kalanya kucoba memberanikan diri bertanya pada ibu saat hatinya gembira namun raut wajah ayu itu perlahan mengkerut menimbulkan kepahitan hati. Jika mendengar penuturan dari pihak keluarga yang lain...mereka bilang ayahku sosok yang tidak bertanggung jawab! aku sedih, kecewa dan marah mendengarnya. Hatiku panas lalu timbul kebencian tapi begitu telah dewasa haruskah membenci pada sosok yang tidak pernah kulihat ini? sia~sia pikirku. Aku hanya mengetahui nama ayah tersemat dalam akta kelahiranku. Tanpa photo ataupun jejak kenangan darinya sungguh tak ada.
Aku ingin mengenalnya, ingin tahu lebih banyak. Aaahhh pada siapa coba aku bertanya, rasanya sudah tidak ada lagi yang tahu tentang ayah setelah kepergian ibu untuk selamanya. Kemana harus memulai juga tak tahu. Di dalam do'a ku pun tak ada nama mu. Ayah jika engkau hidup berbahagialah dan jika kau telah tutup usia semoga Tuhan mengampuni dirimu. Aku hanya bisa merelakan kenyataan ini karena beginilah hidup. Tuhan maha kuasa punya hak memaksakan takdirnya kepada siapapun yang Dia mahu.
Komentar
Posting Komentar